Mesuji (Kemenag Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mesuji, A. Jalaluddin, S.Ag., M.Kom.I, dalam rangka kegiatan pembinaan Guru Sertifikasi di lingkungan Kemenag Mesuji Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (05/05/2026) di Balai Desa Mulya Agung
Kepala Kantor didampingi oleh Kasi Pendidikan Islam Kemenag Mesuji, Gusdianto, S.Ag., M.Pd.I. Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas dan profesionalitas guru. Kegiatan ini dihadiri oleh Pengawas PAI tingkat SMP dan SD Kabupaten Mesuji, Dewan Pengawas AGPAII, serta Ketua AGPAII Kabupaten Mesuji. Hal ini menunjukkan sinergi dalam penguatan mutu pendidikan agama.

Dalam kegiatan tersebut, menggelar workshop pemanfaatan akun Dapodik, Siaga, dan Emis bagi guru PAI. Workshop mengusung tema akselerasi integrasi data untuk mewujudkan data yang akurat dan layanan administrasi yang profesional. Peserta kegiatan terdiri dari pengawas PAI, guru PAI sertifikasi, serta guru non-Muslim sertifikasi se-Kabupaten Mesuji. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Mesuji, A. Jalaluddin

Dalam arahannya, A. Jalaluddin menegaskan bahwa workshop ini merupakan ikhtiar untuk meningkatkan kompetensi dan integritas guru pendidikan agama. Ia juga menekankan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter generasi bangsa, serta menekankan pentingnya ketenangan dalam perjuangan, kedaulatan digital, disiplin, serta integritas data
“Workshop ini bagian dari upaya kita membangun kompetensi guru agar semakin berintegritas dan profesional. Saya bangga berdiri di tengah Bapak-Ibu sebagai pejuang moral bangsa, karena di tangan Bapak-Ibu masa depan generasi yang cerdas dan berkarakter dapat diwujudkan,” ujarnya.

Menutup arahannya, A. Jalaluddin mengingatkan bahwa profesi guru merupakan tugas mulia yang harus dijalani dengan penuh dedikasi. “Menjadi guru adalah tugas langit yang diturunkan ke bumi, maka jangan pernah merasa lelah karena administrasi dan jangan pernah merasa kecil karena birokrasi,” pungkasnya.
Lanjutnya Kepala Seksi Pendidikan Islam, Gusdianto, dalam penyampaiannya menegaskan pentingnya ketelitian dan konsistensi dalam pengelolaan data melalui Dapodik, SIAGA, dan EMIS. Ia juga mengingatkan bahwa validitas data menjadi dasar utama dalam pengambilan kebijakan dan pelayanan administrasi pendidikan.(mutia)











