Mesuji, Kemenag (Humas) — Dalam rangka kegiatan pembinaan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mesuji, H. A. Jalaluddin, S.Ag., M.Kom.I memberikan pembinaan langsung terhadap staf Kantor Urusan Agama (KUA) Mesuji Timur pada Rabu (13/05/2026). Kegiatan tersebut turut didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Darul Alipi.
Pembinaan yang berlangsung di KUA Mesuji Timur itu membahas penguatan transformasi layanan KUA dengan semangat responsif, akuntabel, dan inklusif. Dalam arahannya, Kepala Kantor menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan keagamaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

“Transformasi KUA bukan hanya soal perubahan sistem, tetapi perubahan cara berpikir dan cara melayani masyarakat. Saya ingin seluruh jajaran KUA Mesuji Timur bekerja dengan semangat responsif, akuntabel, dan inklusif demi menjaga kepercayaan publik terhadap Kementerian Agama,” ujarnya
Ia menyampaikan bahwa transformasi digital di lingkungan KUA harus dijalankan secara maksimal, terutama dalam penggunaan Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) dan aplikasi PUSAKA. Menurutnya, validitas data nikah serta kedisiplinan ASN dalam kehadiran menjadi bagian penting dari integritas pelayanan publik.
Selain itu, Ia mengingatkan seluruh pegawai agar menjaga marwah institusi melalui penguatan Zona Integritas dan penolakan terhadap segala bentuk gratifikasi. Ia menegaskan bahwa biaya nikah di luar kantor KUA telah diatur sebesar Rp600 ribu melalui bank sehingga tidak boleh ada pungutan di luar ketentuan resmi.

Kepala Kantor turut mengingatkan pentingnya profesionalisme dan etika komunikasi dalam pelayanan. Budaya 5S, yakni senyum, sapa, salam, sopan, dan santun, diminta terus diterapkan agar masyarakat merasa nyaman dan dihargai saat menerima layanan di KUA.
“Jangan ada lagi pelayanan yang lambat, pungutan di luar ketentuan, ataupun sikap yang dapat melukai hati masyarakat. Bekerjalah dengan profesionalisme dan niat ibadah, karena pengabdian yang baik akan menjadi catatan kebaikan di hadapan Tuhan dan masyarakat,” tutupnya.(mutia)










