Mesuji, Kemenag (Humas) — Kementerian Agama Kabupaten Mesuji melalui Seksi Pendidikan Islam (Pendis) menggelar kegiatan Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta tingkat RA dan Madrasah se-Kabupaten Mesuji Tahun 2025. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, (21/6/2026), bertempat di Aula PLHUT Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mesuji. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan madrasah melalui penguatan nilai-nilai karakter dan spiritual.
Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mesuji Johan Yusuf, Kepala Seksi Pendis, Gusdianto, serta Pengawas Madrasah, Samsul Hadi. Selain itu, seluruh kepala RA dan madrasah negeri maupun swasta se-Kabupaten Mesuji turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam menyukseskan implementasi kurikulum berbasis cinta.
Dalam sambutannya, Johan Yusuf menegaskan bahwa kurikulum pendidikan di Indonesia terus mengalami perkembangan sesuai dengan kebutuhan zaman dan karakter peserta didik. Ia mengingatkan bahwa dunia pendidikan telah melalui berbagai fase kurikulum, mulai dari CBSA, KBK, Kurikulum 2013, Kurikulum Merdeka, hingga kini Kurikulum Berbasis Cinta. Menurutnya, perubahan tersebut harus disikapi secara bijak dan profesional oleh seluruh insan pendidikan.
Johan Yusuf menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menekankan pada penguatan nilai cinta kepada Allah SWT dan cinta terhadap ilmu pengetahuan. Ia menilai bahwa dua aspek tersebut harus berjalan beriringan agar peserta didik tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.
Lebih lanjut, Johan Yusuf mengajak agar seluruh Madrasah dan RA se-Kabupaten Mesuji dapat kompak dan konsisten dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta. Ia menegaskan bahwa kekompakan antar lembaga pendidikan menjadi kunci keberhasilan implementasi kurikulum tersebut di lapangan. Selain itu, sinergi antara kepala madrasah, guru, dan pengawas harus terus diperkuat.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendis Kemenag Mesuji, Gusdianto, menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada kepala madrasah terkait konsep, strategi, dan teknis penerapan Kurikulum Berbasis Cinta. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal awal bagi madrasah dalam menyusun perencanaan pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Mesuji berharap Kurikulum Berbasis Cinta dapat menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter peserta didik yang religius, moderat, dan cinta ilmu pengetahuan. Kurikulum ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Dengan demikian, madrasah dapat terus berperan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia.
Kemenag Mesuji berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta di seluruh RA dan madrasah. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan keagamaan di Kabupaten Mesuji. Kegiatan sosialisasi ini sekaligus menegaskan peran Kementerian Agama sebagai garda terdepan dalam penguatan pendidikan berbasis nilai dan karakter. (mut/d)










